Klasifikasi dan Lokalisasi Penyakit Gigi pada Citra Panoramik X-Ray
Klasifikasi Kondisi & Patologi Gigi
Sistem mampu mendeteksi 31 jenis kondisi dan anomali gigi pada radiograf panoramik secara otomatis melalui model deep learning YOLOv8.
Abutment (Penyangga Protesa)
Komponen penghubung antara implan atau gigi asli penyangga dengan mahkota tiruan atau jembatan (bridge), tampak sebagai struktur radiopak berdensitas tinggi yang menyatu dengan restorasi.
Atrisi Gigi (Attrition)
Keausan mekanis jaringan keras gigi pada permukaan oklusal atau insisal akibat kontak gesekan antar gigi secara fisiologis maupun patologis (misal: bruxism), tampak sebagai pemendekan mahkota dengan dataran oklusal mendatar.
Defek Tulang Alveolar (Bone Defect)
Area destruksi atau kerusakan fokal pada tulang alveolar rahang di sekitar soket gigi akibat proses inflamasi, lesi kistik, atau trauma, tampak sebagai area radiolusen ireguler pada trabekula tulang.
Penurunan Tulang Alveolar (Bone Loss)
Resorpsi atau penurunan ketinggian puncak tulang alveolar (baik horizontal maupun vertikal) akibat periodontitis kronis, menyebabkan berkurangnya dukungan tulang terhadap akar gigi.
Karies Gigi (Dental Caries)
Demineralisasi jaringan keras gigi (email, dentin, sementum) oleh asam produk bakteri kariogenik, tampak sebagai zona radiolusen pada mahkota atau leher akar gigi.
Mahkota Tiruan (Artificial Crown)
Restorasi cekat yang menyelubungi seluruh mahkota klinis gigi untuk mengembalikan anatomi, fungsi, dan kekuatan gigi pasca preparasi, tampak sebagai kontur radiopak seragam di atas preparasi gigi.
Kista Rahang (Odontogenic Cyst)
Rongga patologis di dalam tulang rahang berbatas tegas kortikal tipis berisi cairan (seperti kista radikuler atau dentigerous), tampak sebagai radiolusensi unilokuler atau multilokuler bulat/oval berbatas jelas.
Restorasi Penambalan (Dental Filling)
Bahan tambal gigi (amalgam, komposit radiopak, atau semen ionomer kaca) yang ditempatkan pada kavitas mahkota gigi untuk menggantikan jaringan karies yang telah dibersihkan.
Fraktur Gigi (Fractured Tooth)
Patah atau diskontinuitas struktural pada mahkota atau akar gigi akibat trauma fisik atau tekanan kunyah berlebihan, tampak sebagai garis radiolusen tipis diskontinu pada struktur gigi.
Gingival Former (Healing Abutment)
Komponen logam silindris sementara yang dipasang pada kepala sekrup implan selama fase penyembuhan untuk membentuk kontur jaringan mukosa gingiva sebelum restorasi mahkota permanen dipasang.
Gigi Impaksi (Impacted Tooth)
Gigi yang gagal erupsi sempurna ke posisi fungsional normal pada lengkung rahang karena terhalang tulang alveolar, jaringan lunak, atau gigi tetangga (paling sering pada molar ketiga atau kaninus).
Implan Gigi (Dental Implant Fixture)
Sekrup titanium bertingkat biokompatibel yang ditanam secara bedah ke dalam tulang rahang untuk menggantikan akar gigi yang hilang dan mendukung restorasi prostetik.
Gigi Malposisi (Malaligned / Crowded)
Penyimpangan posisi gigi individual atau kelompok gigi dari lengkung oklusi ideal (misal: rotasi, linguoversi, labioversi, atau berjejal/crowding), terlihat tumpang tindih pada gambaran radiograf.
Kanalis Mandibularis (Mandibular Canal)
Saluran saraf anatomis bilateral yang memuat nervus dan pembuluh darah alveolaris inferior, tampak sebagai pita radiolusen horizontal yang diapit dua garis radiopak tipis pada korpus mandibula.
Sinus Maksilaris (Maxillary Sinus)
Rongga pneumatisasi bilateral normal di dalam tulang maksila di atas apeks gigi posterior atas, tampak sebagai area radiolusen luas berbatas garis kortikal radiopak tipis melengkung halus.
Molar Band Ortodonti (Metal Band)
Cincin logam presisi ortodonti yang disemenkan melingkari mahkota gigi molar sebagai jangkar penahan kawat lengkung atau piranti ortodonti tambahan, tampak sangat radiopak membungkus mahkota.
Gigi Hilang (Missing Tooth / Agenesis)
Ketiadaan unit gigi pada lengkung rahang, baik karena agenesis kongenital (hipodonsia) maupun akibat tindakan ekstraksi/pencabutan gigi sebelumnya.
Braket Ortodonti (Orthodontic Brackets)
Komponen braket behel ortodonti logam yang dilekatkan pada permukaan fasial/labial email gigi untuk menyalurkan gaya mekanis dari kawat lengkung ke gigi.
Lesi Periapikal (Periapical Lesion)
Zona radiolusen patologis di sekitar apeks (ujung akar) gigi yang timbul akibat inflamasi atau infeksi nekrosis pulpa yang menyebar ke ruang periodontal dan tulang alveolar sekitar.
Retainer Kawat Permanen (Lingual Retainer)
Kawat retensi pasif tipis yang disemen permanen pada aspek lingual gigi anterior (kaninus ke kaninus) pasca perawatan ortodonti untuk mencegah relaps pergeseran gigi.
Gigi Permanen (Permanent Dentition)
Unit gigi dewasa sekunder normal yang memiliki anatomi mahkota dan akar matang dengan foramen apikal tertutup sempurna pada lengkung geligi dewasa.
Pelat Fiksasi Bedah (Surgical Plating)
Pelat logam fiksasi osteosintesis dan sekrup bikortikal bedah yang dipasang pada tulang mandibula/maksila untuk reduksi stabil pasca fraktur atau osteotomi bedah rahang.
Pasak & Inti (Post and Core)
Batang pasak radiopak yang disemenkan ke dalam saluran akar yang telah diobturasi dengan inti restorasi di bagian mahkota untuk menyediakan retensi bagi mahkota tiruan.
Gigi Sulung (Primary / Deciduous Teeth)
Gigi susu pada periode geligi anak atau masa geligi pergantian, memiliki ukuran lebih kecil, lapisan enamel-dentin lebih tipis, dan kamar pulpa relatif lebih besar daripada gigi permanen.
Sisa Akar Tertinggal (Retained Root)
Fragmen sisa akar gigi yang tertinggal di dalam prosesus alveolaris setelah mahkota klinis hancur total akibat karies parah atau fraktur pasca pencabutan gigi yang tidak lengkap.
Perawatan Saluran Akar (Endodontic Obturation)
Pengisian hermetis saluran akar gigi dengan bahan obturasi radiopak (seperti gutta-percha dan sealer endodonti) pasca pulpektomi dan disinfeksi saluran akar.
Pecahan Akar Gigi (Root Fragment)
Fragmen kecil pecahan atau patahan akar gigi (seringkali pada sepertiga apikal) yang tertinggal di dalam soket tulang pasca ekstraksi pembedahan.
Resorpsi Akar Gigi (Root Resorption)
Kehilangan atau penyerapan jaringan keras akar gigi (sementum dan dentin), dapat berupa resorpsi eksternal akibat tekanan ortodonti/inflamasi periapikal maupun resorpsi internal pulpa.
Supraerupsi Gigi (Supra Eruption / Extrusion)
Pergerakan erupsi gigi melampaui bidang oklusal normal karena ketiadaan gigi antagonis pada rahang lawan (antagonist missing), menyebabkan gangguan oklusi dan disharmoni lengkung.
TAD (Temporary Anchorage Device / Mini Screw)
Sekrup mini titanium ortodonti yang dipasang sementara pada tulang kortikal rahang untuk menyediakan penjangkaran absolut skelet selama pergerakan gigi ortodonti.
Kawat Ortodonti / Fiksasi (Archwire / Ligature)
Kawat lengkung ortodonti logam fleksibel (*archwire*) yang dipasang melintasi slot braket gigi, atau kawat bedah fiksasi intermaksiler yang tampak radiopak tipis linear melengkung.
Tahapan Alur Kerja Sistem
Arsitektur komprehensif mulai dari pemrosesan citra hingga sintesis penalaran klinis.
Standardisasi Citra
Letterbox preprocessing ke ukuran seragam 640x640 dengan preservasi rasio aspek orisinal.
Ekstraksi & Lokalisasi
Ekstraksi fitur multi-skala ResNet, fusi piramidal PAN-FPN, dan regresi anchor-free DFL.
Atribusi Grad-CAM
Gradien layer konvolusi target dipetakan menjadi peta panas visual penjelas keputusan model.
Sintesis Rekam Klinis
Penyimpanan log riwayat di Supabase dan penyusunan narasi asistif melalui Gemini 2.5 Flash.